Sehelai sarung bebahan katun. Motif dan corak kain ini dipengaruhi oleh tenunan khas dari daerah Sungayang. Perhaikan warna merah pada kepala kain.

Ini adalah songket sutra hasil repro terbaru. Diambil dari salah satu songket tua koleksi Ibu Sanuar. Bahan sutra pada lungsin dan pakan. Menggunakan sedikit benang makau. Warna-warna keliahatan buram atau “kumabun” menurut istilah Pandai Sikek, tetapi tetap anggun dan sangat elegan.

Kain balapak motif tua.

Kain balapak disebut juga kain songket, adalah kain tenun yang khas Pandai Sikek. Hampir seluruh permukaan kain tertutup oleh benang mas makau. Karena itu diperlukan kejelian dalam memilih motif yang cukup kontras supaya tetap terlihat desainnya.

Kain balapak selalu dibutuhkan untuk dipakai pada acara-acara adat dan pesta perkawinan.

kain di gulungan

kain di gulungan

Selendang sutra. Bahan lungsi sutra ulat, dan pakan juga dari sutra ulat, diberi corak benang mas dan sedikit liris hitam. Corak ragam hias kepala atau tumpal digali dari motif kain antik. Ukuran 50×225cm. Biasanya dijual beserta sarung pasangannya berukuran 100×185cm.