Rumah tenun pusako ini mulai didirikan pada tahun 1977 dan selesai pada tahun 1981. Panjang rumah 16,5 meter dan lebarnya 7 meter. Konstruksi rumah dari kayu dengan pondasi batu dan semen. Atap memakai bahan seng yang dilapisi cat. Pada bagian belakang ditambahkan 2 buah kamar 4 x 4 meter. Bagian bawah rumah dimanfaatkan untuk kamar tidur, ruang makan dan dapur. Tapak rumah ini kira-kira 1 meter dari dataran halaman rumah yang luasnya 50 x 50 meter.

Posisi rumah diatur sedemikian rupa oleh Mamak Damhur St. Rajo Endah sehingga menjadikan suatu landscape yang indah. Pimpinan tukang kayu yang membangun rumah ini adalah Bapak St. Rangkayo nan Gadang. Desain atap gonjong oleh Bapak Gampo. Ukiran dinding semuanya dikerjakan oleh perajin-perajin ukir dari Pandai Sikek dibawah pimpinan Bapak A. Ramli Dt. Rangkayo Sati. Diantara tukang ukir yang memahatkan karyanya di rumah ini adalah Chan Umar, Wardi, Ujang, Adyan. Ukiran interior dikerjakan oleh Syahdiar Dt. Tunaro dan Izwan.

Semenjak selesai dibangun, rumah ini sudah menjadi tempat tinggal keluarga Ibu Hj. Sanuar dan sekaligus menjadi galeri tempat menggelar hasil karya tenun Pandai Sikek yang terkenal. Rumah ini sangat menarik bagi para wisatawan dan pemburu foto dan gambarnya tersebar dimana-mana sehingga seolah-olah sudah menjadi salah satu mascot pariwsata Sumatra Barat.